TANDA-TANDA KIAMAT

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, "Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?"
Lalu kami menjawab, "Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat."
Sabda Rasulullah S.A.W. "Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-
· Asap
· Dajjal
· Binatang melata di bumi
· Terbitnya matahari sebelah barat
· Turunnya Nabi Isa A.S
· Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
· Gerhana di timur
· Gerhana di barat
· Gerhana di jazirah Arab
· Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan 'Ini adalah orang kafir'.
Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.

Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu 'Ini adalah orang yang beriman'. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah 'Ini adalah orang kafir'.

Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.
Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, " Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq"
Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datag di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur'an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat."

Sabda Rasulullah S.A.W, "Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamata."

Darwinisme: Sumber Kekejaman Komunis

Ideologi yang mengakibatkan malapetaka yang paling dasyat bagi kemanusiaan di abad yang baru saja kita tinggalkan adalah Komunisme. Komunisme, yang mencapai puncak sejarahnya oleh dua tokoh filsuf Jerman Karl Marx dan Friedrich Engels di abad 19, menumpahkan darah lebih banyak dibanding kaum Nazi dan imperialis. Dua orang ini adalah tokoh ateis tulen yang sangat membenci agama. Akan tetapi Marx dan Engels memerlukan penjelasan atau pembenaran ilmiah bagi ideologi mereka agar dapat menarik simpati masyarakat luas. Sungguh menarik bahwa teori evolusi yang dikemukakan Darwin dalam buku The Origin of Species berisi penjelasan yang dicari-cari oleh Marx dan Engels. Darwin mengatakan bahwa makhluk hidup muncul sebagai hasil dari proses “perjuangan untuk mempertahankan hidup” atau “konflik dialektik”. Tambahan lagi, Darwin adalah seorang yang menolak adanya penciptaan dan mengingkari kepercayaan agama. Ini adalah kesempatan baik bagi Marx dan Engels yang tidak boleh dilewatkan.

Darwinisme memiliki kaitan yang sedemikian sangat penting dengan Komunisme sehingga beberapa bulan setelah buku Darwin terbit, Friedrich Engels menulis kepada Karl Marx, “Darwin, yang [bukunya] kini sedang saya baca, sungguh bagus.” Karl Marx lalu membalas surat Engels pada tanggal 19 Desember 1860, “Ini adalah buku yang berisi dasar berpijak pada sejarah alam bagi pandangan kita.” Dalam sebuah surat yang ditulis Marx kepada Lassalle, seorang rekan sosialisnya, pada tanggal 16 Januari 1861, ia mengatakan, “Buku Darwin sangatlah penting dan membantu saya [meletakkan] landasan berpijak dalam ilmu alam bagi perjuangan kelas dalam sejarah.”

Lenin adalah sosok yang menjadikan proyek revolusi Komunis Karl Marx terealisasi melalui revolusi Bolshevik yang berhasil menggulingkan Tsar Rusia melalui kudeta bersenjata di bulan Oktober 1917. Setelah itu, Rusia menjadi ajang perang saudara antara kaum Komunis dan para pendukung Tsar Rusia selama sekitar tiga tahun. Tak berbeda dengan pendahulunya, Lenin adalah pengagum Darwinisme dan mengatakan, “Darwin telah membungkam kepercayaan bahwa spesies hewan dan tumbuhan tidak memiliki kaitan satu sama lain, kecuali secara kebetulan, dan bahwa mereka diciptakan oleh Tuhan, dan oleh karenanya tidak bisa mengalami perubahan.”

Trotsky boleh dibilang arsitektur paling penting dalam revolusi Bolshevik setelah Lenin. Ia pun tak lepas dari kekagumannya kepada Darwin, “Penemuan Darwin adalah kemenangan terbesar dialektika di segala aspek kehidupan”.

Setelah kematian Lenin di tahun 1924, Stalin, yang dianggap sebagai diktator paling berdarah-darah dalam sejarah dunia, menaiki tahta Partai Komunis. Di tangan Stalin, Komunisme tampak jelas sebagai sistem ideologi yang paling sadis. Sekitar 20 juta manusia tak berdosa mati di masa pemerintahan tangan besinya. Para sejarawan mengungkapkan bahwa kebrutalan ini memberikan kebahagiaan tersendiri baginya. Ia sangat bahagia ketika duduk di mejanya di Kremlin sambil membaca dengan seksama orang-orang yang mati di kamp-kamp konsentrasi ataupun yang telah tewas dieksekusi.

Hal yang menjadikannya jagal biadab adalah filsafat materialis yang diyakininya. Dalam perkataan Stalin sendiri, dasar berpijak utama filsafatnya adalah teori evolusi Darwin. Ia menjelaskan betapa pentingnya ia memegang pemikiran Darwin: “Tiga hal yang kita lakukan untuk menghormati akal para pelajar seminari kita. Kita harus ajarkan kepada mereka usia bumi, asal-muasal bumi, dan ajaran-ajaran Darwin.”

Satu lagi rejim komunis yang menjadikan Darwinisme sebagai pijakan ilmiah telah didirikan di China. Para pendukung komunis di bawah pimpinan Mao Tse Tung memegang kendali kekuasaan pada tahun 1949 setelah perang saudara yang berkepanjangan. Mao mendirikan rejim yang kejam dan opresif sebagaimana sekutunya, Stalin. Mao secara terang-terangan mengumumkan landasan filosofis sistem yang dibangunnya dengan mengatakan, “Sosialisme China dibangun di atas Darwin dan teori evolusi.”

Darwinisme Tengah Mengalami Kemunduran, dan Tidak Mampu Lagi Membohongi Dunia!

05.19 by BANDIT 0 komentar

Darwinisme mengemukakan bahwa terdapat fosil-fosil bentuk peralihan, namun kenyataannya tidak ditemukan ... Darwinisme mengemukakan bukti ilmiah yang tidak absah ... Meskipun seluruh fosil yang telah ditemukan dengan jelas membuktikan penciptaan, Darwinisme bersikukuh menyatakan hal yang sama sekali bertolak belakang ... Teori ini berupaya meyakinkan orang untuk mempercayai bahwa para seniman, ilmuwan dan profesor dapat terbentuk sebagai hasil dari ketidaksengajaan, melalui pembentukan protein-protein, yang memiliki peluang pembentukan secara kebetulan sebesar 1 per 10950, dengan kata lan "sebuah kemustahilan". Darwinisme bahkan berusaha menjadikan orang percaya bahwa para profesor yang terbentuk dengan cara seperti ini mendirikan universitas-universitas untuk mengkaji bagaimana diri mereka sendiri muncul menjadi ada secara tidak disengaja atau kebetulan.

Darwinisme menganggap kromosom di dalam sel makhluk hidup yang mengandung kode informasi lebih banyak daripada sebuah perpustakaan raksasa sebagai buah karya peristiwa kebetulan semata ... Teori ini menyatakan bahwa kekuatan mahahebat dari peristiwa kebetulan menjadikan atom-atom yang tidak dapat melihat, mendengar dan berpikir berubah menjadi manusia yang dapat melihat, mendengar, merasakan, berpikir dan berkesadaran… Bagi Darwinisme, peristiwa kebetulan atau ketidaksengajaan adalah tuhan yang melakukan karya-karya luar biasa. Dalam uraian ini akan Anda pahami betapa mantra hitam Darwinisme ini telah terhapuskan.

1. Darwinisme tidak lagi mampu mengatakan bahwa protein dapat terbentuk melalui evolusi. Sebab peluang terbentuknya satu protein saja dengan urutan yang benar secara acak adalah 1 per 10950, sebuah angka yang menunjukkan kemustahilan secara matematis.

2. Darwinisme tidak lagi merujuk kepada fosil-fosil sebagai bukti terjadinya evolusi. Hal ini dikarenakan seluruh penggalian yang dilakukan di seluruh dunia dari pertengahan abad ke-19 hingga hari ini, tak satu pun dari "bentuk-bentuk peralihan" yang menurut para evolusionis seharusnya ada dalam jumlah jutaan ternyata tidak pernah ditemukan. Telah disadari bahwa bentuk-bentuk "mata rantai" ini tidak lain hanyalah sebuah kisah khayalan.

3. Para evolusionis berputus asa di hadapan fosil-fosil yang berjumlah tak berhingga yang telah berhasil digali hingga saat ini. Hal ini disebabkan semua fosil-fosil ini memiliki seluruh ciri-ciri yang mendukung dan membuktikan penciptaan.

4. Para evolusionis tidak lagi mampu menyatakan bahwa Archaeopteryx adalah nenek moyang burung, sebab penelitian terkini terhadap fosil-fosil Archaeopteryx telah sama sekali menggugurkan pernyataan bahwa Archaeopteryx adalah makhluk "setengah-burung." Telah diketahui bahwa Archaeopteryx memiliki struktur anatomi dan otak yang sempurna yang diperlukan untuk terbang, dengan kata lain Archaeopteryx adalah seekor burung sejati, dan "dongeng khayal tentang evolusi burung" tidak lagi dapat dipertahankan keabsahannya.

5. Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan urutan palsu yang dikenal sebagai "silsilah evolusi kuda." Telah diketahui bahwa urutan silsilah palsu ini tersusun dari sejumlah spesies terpisah yang hidup di zaman yang berbeda dan di wilayah yang berbeda.

6. Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan fosil yang dikenal sebagai Coelocanth untuk mendukung dongeng khayal peralihan dari air ke darat, sebab sejak pernyataan tersebut dikemukakan diketahui bahwa makhluk ini, yang sebelumnya dikukuhkan sebagai bentuk peralihan yang punah, ternyata ikan yang menghuni dasar lautan yang kini masih hidup, dan lebih dari 200 ikan hidup dari jenis tersebut hingga kini telah berhasil ditangkap.

7. Darwinisme tidak mampu lagi menyatakan bahwa makhluk hidup seperti Ramapithecus dan serangkaian Australopithecus (A. Bosei, A. Robustus, A. Aferensis, Africanus dst.) adalah para nenek moyang manusia. Hal ini disebabkan penelitian terhadap fosil-fosil ini telah memperlihatkan bahwa semua makhluk ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan manusia dan merupakan spesies-spesies kera sejati yang punah.

8. Darwinisme tidak akan lagi mampu membohongi masyarakat dengan gambar-gambar rekonstruksi [reka ulang], sebab para ilmuwan telah dengan jelas mengungkapkan bahwa rekonstruksi ini, yang didasarkan pada sisa-sisa tubuh hewan yang pernah hidup di masa lalu, tidaklah bernilai ilmiah dan sama sekali tidak dapat dipercaya.

9. Darwinisme tidak mampu lagi mengemukakan "Manusia Piltdown" sebagai bukti bagi evolusi, sebab penelitian menunjukkan bahwa fosil seperti "Manusia Piltdown" tidak pernah ada dan selama 40 tahun masyarakat telah dibohongi dengan sepotong rahang orang hutan yang direkatkan pada sebongkah tengkorak manusia.

10. Darwinisme tidak dapat lagi menyatakan bahwa "Manusia Nebraska" dan keluarganya membenarkan evolusi, sebab telah dikukuhkan bahwa fosil-fosil gigi geraham yang dijadikan bukti bagi kisah "Manusia Nebraska" ternyata milik sejenis babi liar yang telah punah.

11. Darwinisme tidak lagi mampu menyatakan bahwa seleksi alam mendorong terjadinya evolusi, sebab telah dibuktikan secara ilmiah bahwa mekanisme yang dimaksud tidak dapat menyebabkan makhluk hidup berevolusi dan tidak dapat menyebabkan mereka memperoleh sifat-sifat baru.

Para pendukung Darwinisme telah melakukan banyak sekali penyebaran informasi keliru sebagaimana disebutkan di atas, dan waktu telah mengungkap bahwa semua hal tersebut tidaklah benar. Misalnya, telah diketahui bahwa mutasi yang dulunya dinyatakan memiliki daya evolusi ternyata malah sama sekali bersifat merusak, dan berdampak menimbulkan penyakit, cacat atau kematian, dan bukan perbaikan... Telah diketahui bahwa struktur pada embrio manusia yang dulunya dikatakan oleh para Darwinis sebagai insang ternyata adalah cikal bakal saluran telinga bagian tengah, kelenjar paratiroid and kelenjar timus. Telah terungkap pula bahwa perubahan-perubahan telah sengaja dilakukan pada gambar-gambar embrio untuk memberi dukungan pada evolusi. Telah diketahui bahwa informasi genetik bagi kekebalan terhadap berbagai antibiotik yang terdapat pada bakteri ternyata telah ada pada DNA mereka "sejak saat bakteri tersebut ada di dunia ini"...

di kutip:http://harunyahya1.com/indo/artikel/070.htm

Keruntuhan Teori EVOLUSI

Kebanyakan manusia beranggapan bahwa teori evolusi rumusan Darwin adalah sebuah kebenaran ilmiah. Akan tetapi teori ini ternyata hanyalah sebuah dongeng abad ke-19 yang keabsahannya telah ditolak ilmu pengetahuan abad ini. Berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti biokimia, mikrobiologi, genetika, paleontologi dan anatomi yang dirintis sejak kemunculan teori tersebut telah menunjukkan bahwa teori evolusi ternyata tidak lebih dari sebuah skenario khayalan belaka. Ketika ilmu pengetahuan menggugurkan teori evolusi, maka ini berarti teori tersebut menunjukkan asal usul kehidupan yang sesungguhnya: Penciptaan... Seluruh makhluk hidup diciptakan secara sempurna tanpa cacat oleh Allah, tanpa mengalami proses evolusi sedikit pun sejak pertama kali diciptakan. Film dokumenter ini terdiri dari tiga bagian:1) Asal Usul Kehidupan 2) Mekanisme Rekaan Terjadinya Evolusi 3) Catatan Fosil

Di kutip:http://id.harunyahya.tv/videoDetail/Lang/21/Product/1169/KERUNTUHAN_TEORI_EVOLUSI







VOC, Penyusupan Zionisme di Indonesia

01.15 by BANDIT 0 komentar

voc-freemason-2.jpg

Berdirinya VOC di Indonesia tidak lepas pengaruhnya dari Zionisme. Bangsa Yahudi Belanda sedikit-mulai sedikit mulai menanamkan pengaruh zionisme di Indonesia. Lihatlah lambang VOC yang amat mirip dengan lambang zionisme bintang daud yang juga terdapat pada bendera Israel.

PENINDASAN DI TURKISTAN TIMUR AKIBAT DARWINISME

01.04 by BANDIT 0 komentar

Meskipun pembubaran Uni Soviet telah diterima sebagai simbul kematian Komunisme sebagai rezim politis, ideologi dan penerapan Komunis masih terus berlanjut. Rusia dan China adalah negara di mana mentalitas Tentara Merah ini masih sangat berpengaruh. Kebijakan Rusia di Chechnya, dan perlakuan pemerintah Cina di Turkistan Timur, adalah bukti paling penting tentang hal ini. Warga Turki Muslim yang kini hidup di Turkistan Timur, tengah mengalami penindasan yang tiada hentinya di bawah kekuasaan Cina yang didirikan Mao. Para pemuda ditahan tanpa alasan, dihukum mati dengan tuduhan melawan rezim, dan ditembak. Umat Islam dilarang menjalankan kewajiban agama secara berjamaah, dan pendapatan mereka diambil dengan cara menerapkan pajak yang tidak manusiawi. Orang-orang hidup di ambang kematian karena kelaparan, dan uji nuklir yang dilakukan persis di depan mereka; akibatnya merekapun terjangkiti penyakit mematikan.

Umat Turki Muslim di Turkistan Timur telah hidup dibawah penjajahan Cina selama 250 tahun. Cina memberi nama "Sinkiang" atau "tanah terjajah" kepada Turkistan Timur, yang merupakan wilayah Muslim, dan menyatakannya sebagai wilayah kekuasaan mereka. Setelah kaum Komunis yang dipimpin Mao mengambil alih wilayah tersebut pada tahun 1949, penindasan terhadap warga Turkistan Timur meningkat bahkan lebih kejam dari sebelumnya. Kebijakan rezim Komunis bertujuan untuk menghancurkan kaum Muslimin yang menolak asimilasi. Mereka yang terbunuh mencapai jumlah yang mengerikan. Jumlah korban yang meninggal antara tahun 1949 dan 1952 mencapai 2.800.000 orang; antara 1952 dan 1957, 3.509.000 jiwa; antara 1958 dan 1960, 6.700.000 orang; antara 1961 dan 1965, 13.300.000 orang terbunuh oleh Tentara Merah Cina atau mati kekurangan pangan akibat ulah rezim tersebut. Bersama dengan pembantaian setelah tahun 1965, jumlah warga Turkistan Timur yang terbunuh mencapai jumlah yang mencengangkan: 35 juta jiwa.

Selain membantai warga Muslim sejak tahun 1949, rezim Cina juga secara sistematis memindahkan orang-orang keturunan Cina untuk menetap di Turkistan. Dampak dari kebijakan ini, yang dilaksanakan pemerintah Cina sejak tahun 1953, sungguh di luar perkiraan. Pada tahun 1953, warga Muslim berjumlah 75% dan Cina 9%, namun hingga tahun 1982 jumlah ini menjadi Muslim 43% dan Cina 40%. Sensus tahun 1990, yang memperlihatkan jumlah populasi Muslim 40% dan Cina 53%, merupakan petunjuk paling penting yang menunjukkan tingkat pembersihan etnis tersebut.

Sementara itu, pemerintahan Cina menggunakan Muslim Turkistan Timur sebagai hewan percobaan dalam uji nuklir mereka. Akibat berbagai uji nuklir, yang dimulai pada tahun 1964, para penduduk setempat telah terjangkiti penyakit mematikan, dan 20.000 bayi cacat telah dilahirkan. Diketahui bahwa jumlah Muslim yang telah meninggal akibat uji nuklir ini adalah 210.000 jiwa. Ribuan orang mengalami cacat anggota tubuh, dan ribuan lainnya terkena penyakit seperti kuning dan kanker.


Antara tahun 1964 hingga kini, Cina telah meledakkan sekitar 50 bom atom dan bom hidrogen. Para ahli Swedia berhasil mengungkap fakta bahwa pengujian nuklir bawah tanah pada tahun 1984 dengan menggunakan bom berkekuatan 150 ton telah mengakibatkan gempa bumi berkekuatan 8,8 skala Richter.

Penindasan Cina terhadap bangsa Turki Uighur tidak berhenti sampai di sini. Apa yang dialami selama bulan Februari 1997, saat berbagai peristiwa menyedihkan sedang pecah, merangkum penindasan yang dilakukan oleh Cina. Menurut berita yang sampai ke masyarakat, pada tanggal 4 September, yang merupakan hari raya keagamaan, tentara milisi Cina memukul lebih dari 30 wanita yang sedang berkumpul di mesjid dan membaca Alquran dengan tongkat besi dan menyeret mereka ke markas besar keamanan. Penduduk setempat mendatangi markas tersebut dan meminta agar mereka dibebaskan. Seketika itu tiga tubuh wanita yang telah disiksa hingga tewas dilempar ke hadapan mereka. Hal ini memicu kemarahan, dan bentrokan pun pecah antara mereka dengan pihak keamanan Cina. Antara tanggal 4 hingga 7 September, 200 orang Turkistan Timur kehilangan nyawanya dan lebih dari 3.500 orang Turki Uighur disekap di kamp-kamp. Di pagi hari tanggal 8 September, orang-orang dilarang melakukan sholat hari raya di masjid-masjid di mana mereka telah berkumpul. Menyusul peristiwa ini, bentrokan pun terjadi lagi sehingga jumlah orang yang ditahan, yang telah mencapai 58.000 orang antara April hingga Desember 1996, meningkat menjadi 70.000 orang. Sekitar 100 pemuda ditembak di tempat-tempat umum , dan 5.000 orang warga Turki Uighur ditelanjangi dan dipertontonkan di depan umum secara berkelompok yang masing-masingnya beranggotakan 50 orang.

Apa yang terjadi di Turkistan Timur ini hanyalah satu di antara berbagai penderitaan di abad ke-20. Di setiap penjuru dunia pada abad ke-20, orang-orang dengan agama, ras, atau ideologi yang berbeda-beda membunuh, atau membantai satu sama lain. Bukanlah suatu kebetulan jika pola pikir Darwin berada di balik semua ideologi yang melakukan pembunuhan ini. Sebab, dengan teorinya, Darwin telah memudahkan orang untuk saling membunuh dan membenarkan tindakan mereka.

Dan apabila orang-orang zalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh. (QS. An-Nahl, 16:85)

Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun. (QS. Ar-Ruum, 30:29)


Di kutip:http://www.hyahya.org/indo/buku/bencana05.htm#98

Personas for Firefox | Ed Hardy 02

Personas for Firefox | Ed Hardy 02

Posted using ShareThis

JAM

Sohib

Funny Pictures